Laporan Suction

Posted: 4 Januari 2010 in keperawatan
Tag:, , , , , , , ,

TUGAS INDIVIDU
DOSEN: dr. Azisah Nurdin, S.Ked
SUCTION
(PENGISAPAN LENDIR)

 

http://www.uin-alauddin.ac.id/

 

DISUSUN
OLEH
IDCUQ SANTOSO
70300107059
JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN
MAKASSAR
2009

1. Indikasi pemasangan/pemberian irigasi kolostomi
 Obstruksi/penyumbatan
Penyumbatan dapat disebabkan oleh adanya perlengketan penyumbatan atau adanya pengerasan feses yang sulit dikeluarkan untuk menghindari terjadinya sumbatan, pasien perlu dilakukan irigasi kolostomi secara teratur.
 Infeksi
Kontaminasi feses merupakan factor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya infeksi luka disekitar stoma. Oleh karena itu, pemantauan harus terus dilakukan dan tindakan mengganti balutan luka dan mengganti kantong kolostomi sangat bermakna untuk mencegah infeksi.
 Retraksi stoma/mengkerut
Stoma mengalami pengikatan, karena kantong kolostomi yang terlalu sempit dan juga karena adanya jaringan scar yang terbentuk disekitar stoma yang mengalami pengkerutan
 Prolaps pada stoma
Terjadi karena adanya kelemhan otot abdomen/kerak fiksasi struktur penyokong stoma yang kurang adekuat pada saat pembedahan
 Stenosis
Penyempitan dari lumen stoma.
 Perdarahan stoma
 Irigasi stoma adalah cara untuk mengeluarkan isi colon usus (feses) dilakukan secara terjadwal dengan memasukkan sejumlah air dengan suhu yang sama dengan tubuh
 Tujuan untuk merangsang kontraksi usus sehingga mendorong keluarnya isi colon usus (feses)/ mengosongkan feses di kolon usus
 Manfaat
 Teraturnya pengeluaran BAB
 Mengurangi pembentukan gas
 Meminimalkan komplikasi di stoma
 Mencegah konstipasi (susah buang air besar)
 Mengurangi penggunaan kantong
 Meningkatkan rasa percaya diri
 Indikasi
 Waktu irigasi kolostomi, irigasi kolostomi paling efektif dilakukan satu jam setelah makan, karena kolon sudah penuh terisi
 Dilkukan satu kali dalam sehari atau lebih tergantung keteraturan usus
 Irigasi kolostomi dilakukan secara rutin dan pada waktu yang sama
 Waktu yang digunakan selama irigasi sekitar 30-90 menit
 Kontra indikasi
Irritable bowel syndrome
 Stoma dengan colon asendens dan transfersum
 Stoma prolaps dan hernia peristoma
 Pasien dengan kemoterapi
 Pasien dengan diagnosis buruk dan diare
 Pasien dengan urostomi
2. Perawatan kolostomi untuk merawat kolostomi yaitu:
a. Perawatan stoma
b. Mengganti kantong kolostomi sesuai kebutuhan

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Suction (Pengisapan Lendir) merupakan tindakan pengisapan yang bertujuan untuk mempertahankan jalan napas, sehingga memungkinkan terjadinya proses pertukaran gas yang adekuat dengan cara mengeluarkan secret dari jalan nafas, pada klien yang tidak mampu mengeluarkannya sendiri.
Indikasi dilakukannya pengisapan adalah ada atau tidaknya secret yang menyumbat jalan nafas, dengan ditandai adanya: Terdengar suara pada jalan nafas, hasil auskultasi yaitu ditemukannya suara crakels atau ronchi, kelelahan pada pasien. Nadi dan laju pernafasan meningkat, ditemukannya mucus pada alat bantu nafas. Permintaan dari pasien sendiri untuk disuction dan meningkatnya peak airway pressure pada mesin ventilator.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalahnya yaitu:
a. Uraikan tentang gambaran umum fisiologi!
b. Jelaskan pengertian suction!
c. Sebutkan alat dan bahan yang digunakan!
d. Jelaskan prosedur pelaksanaannya!

BAB II
PEMBAHASAN

1. Gambaran Umum Fisiologi Pernafasan
Proses fisiologi pernafasan yaitu proase O2 dipindahkan dari udara kedalam jaringan-jaringan, dan O2 dikeluarkan ke udara ekspirasi dapat dibagi menjadi tiga stadium yaitu:
a. Stadium pertama, Ventilasi adalah masuknya campuran gas-gas ke dalam dan ke luar paru.
b. Stadium ke dua, Transportasi yang harus ditinjau dari beberapa aspek:
 Difusi gas-gas antara alveoulus dan kapiler paru (Ekspirasi eksterna) dan antara darah sistemik dan sel-sel jaringan.
 Distribusi darah dalam sirkulasi pulmonar dan penyesuaian denagan distribusi udara dalam alveoulus-alveoulus.
 Reaksi kimia dan fisik dari O2 dan CO2 dengan dara.
c. Respirasi sel atau respirasi interna merupakan stadium akhir, Respirasi yaitu saat zat-zat dioksidasi untuk mendapatkan energy dan CO2 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru.
2. Definisi Suction
Suction atau pengisapan merukan alat untuk mempertahankan jalan nafas sehingga memudahkan proses terjadinya proses pertukaran gas yang dekuat dengan cara mengelurkan secret pada klien yang tidak mampu mengelurkannya sendiri.
3. Adapun Alat yang digunakan :
1. Pengisap pertebel atau yang terpasang di dinding dengan selang penghubung
2. Kateter steril 12-16 Fr
3. Air steril atau normal saline
4. Sarung tangan steril
5. Pelumas larut air
6. Handuk mandi atau selimut yang melindungi klien atau baju klien
7. Masker wajah, dan kasa steril
8. Pinset anatomis
9. Cairan desinfektan untuk mencuci kateter steril
10. Spatel
4. Prosedur Kerja
1. Siapkan peralatan disamping tempat tidur
2. Cuci tangan
3. Jelaskan pada klien prosedur yang akan membantu membersihkan jalan nafas dan memungkinkan beberapa permasalahan pernafasan
4. Pasang masker
5. Posisikan klien dengan tepat:
Bila sadar dengan gangguan fungsi, baringkan klien dengan posisi semi fowler dengan kepala miring kesatu sisi u
 untuk pengisapan oral. Baringkan klien dengan posisi fowler dengan leher ekstensi untuk pengisapan nasal
 Bila tidak sadar, baringkan klien dalam posisi leteral menghadap pada perawat untuk pengisapan oral atau nasal
6. Tempatkan handuk pada bantal atau dibawah dagu klien
7. Pilih tekanan dan tipe unit pengisap yang tepat. Untuk semua unit pengisap adalah 120-150 mmHg pada orang dewasa, 100-120 mmHg pada anak-anak atau 60-100 mmHg pada bayi
8. Tuangkan air steril atau normal saline kedalam wadah yang steril
9. Kenakan sarung tangan steril
10. Gunakan tangan yang telah menggukan sarung tangan, sambungkan kateter suction ke selang mesi suction.
11. Perkirakan jarak antara daun telinga klien dengan ujung hidung dan letakkan ibu jari dan jari telunjuk yang telah menggunakan sarung tangan
12. Basahi ujung kateter dengan larutan steril. Pasang penghisap dengan ujungnya terletak didalam larutan
13. Pengisapan:
 Orofaringeal: dengan perlahan masukkan kateter kedalam salah satu sisi mulut klien dan arahkan ke orofaring. Jangan melakukan pengisapan selama pemasukan kateter, bila klien tidak sadar dapt dibantu membuka mulut dengan menggunakan spatel
 Nasofaringeal: dengan perlahan masukkan kateter yang telah dibasahi pelumas larut air ke salah satu lubang hidung. Arahkan kea rah medial sepanjang rongga hidung, jangan dorong paksa kateter bila lubang hidung tidak paten. Coba pada lubang hidung byang lain. Jangan lakukan pengisapan selama pemasangan
14. Sumber port pengisap dengan ibu jari. Dengan perlahan putar kateter saat anda menariknya. Keseluruhan prosedur tidak boleh lebih dari 15 detik
15. Bilas kateter dengan larutan steril dengan meletakkannya didalam larutan dan lakukan pengisapan. Bila di sekekeliling luar kateter suction banyak secret melengket dapat dilap dengan menggunakan kasa steril
16. Bila klien tidak mengalami distress pernafasan, biarkan klien istirahat 20-30 detik sebelum pengisapan berikutnya.
17. Bila klein sadar, minta untuk bernafas dalam dan batuk diantara pengisapan
18. Hisap secret pada mulut atau dibawah lidah setelah pengisapan orofaringeal dan nasofaringeal
19. Setelah pengisapan lendir selesai, bilas kateter suction dengan normal saline dan dilap dengan kasa steril selanjutnya direndam dalam lariutan sreril atau disterilkan
20. Rapikan klien dan alat
21. Cuci tangan
22. Catat prosedur pada dokumentasi keperawatan

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Pernafasan yaitu proses O2 dipindahkan dari udara kedalam jaringan dan CO2 ke udara ekspirasi
2. Secara normal, orang dewasa menghasilkan mucus namun jika berlebihan dapat mengganggu fungsi jalan nafas dan fungsi pernafasan
3. Pengisapan lendir (suction) merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu mengeluarkan scret atau lendir secara mandiri dengan mengguankan alat pengisap.
B. Saran
Mohon diperhatiakan perlengkapan praktikum sehingga praktikum tersebut dapat dijadikan bekal bagi calon-calon perawat professional. Setidaknya pihak fakultas dan jurusan memperhatikan hal-hal tersebut. Pembayaran yang telah ditetapkan atau dibebankan oleh pihak jurusan kepada mahasiswa sehingga dapat diproyeksikan dengan keadaan laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA

 Hidayat,Azis Alimul dan Uliyah, Musrifatul.2004.BUKU SAKU PRAKTIKUM KEBUTUHAN DASAR MANUSIA.Jakarta:EGC
 Nova,Particia D.1998.KAMUS SAKU KEDOKTERAN DOLAND.Jakarta:EGC
 Price,Sylvia dan Wilson, Lorrine M.2005.PATOFISIOLOGI KONSEP KLINIS PROSES-PROSES PENYAKIT Edisi 6 Volume 2.jakarta:EGC
 Prodi Keperawatan UIN Alauddin.2009.PANDUAN LABSKILL KEPERAWATAN DEWASA.

About these ads

Komentar ditutup.