Informatika


DOWNLOAD BUKU !!

buku-algoritma-run-length-half-byte-untuk-pemampatan-file-06-.pdf

Kelebihan dan Kekurangan AJAX

Sebagai sebuah teknologi yang terkenal akhir-akhir ini, AJAX tentu memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan, karena tidak ada gading yang tak retak bukan?
Diantara berbagai kekurangan AJAX ,yaitu:
Penggunaan Bandwidth: Karena konten HTML dari halaman webdilakukan oleh browser itu sendiri (menggunakan JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman client-side), maka halaman web yang dibuat menggunakan AJAX dapat di-load relative cepat, Selain itu, karena tidak perlu adanya refresh untuk menampilkan data yang lebih baru, maka bandwidth yang diperlukan untuk menampilkan informasi melalui halman web akan lebih sedikit bila dibandingkan dengan tanpa menggunakn AJAX.
Pemisahan antara data, format, style, dan fungsi: Keuntungan lain dari AJAX adalah pendekatan AJAX membuat programmer untuk memisahkan antara metode dan format yang didunakan untuk menyampaikan informasi melalui web. Penyusun halaman web yang pisahkan antara lain:

  1. Data mentah yang akan dibuat yang biasanya dibuat dalam format XML atau bisa juga diletakkan di database server-side.
  2. Format atau struktur halaman web. Biasanya dibuat menggunaan HTML dan XHTML yang kemudian diolah menggunakan Dynamic Manipulation di DOM.
  3. Elemen style halaman web. Bagian ini mendeskripsikan bagaimana tampilan halaman web, dari mulai font hingga metode penampilan gambar . Style ini biasanya diembed ke halaman web atau direferensikan melalui file  .css (cascading style sheet).
  4. Funsionalitas halaman Web, biasanya terdiri dari JavaScript (DHTML), HTTP Standar, Komunikasi XMLHttp, dan bahasa pemrograman server-side.

Dengan demikian, mau tidak mau programmer harus menjadi lebih teratur dalam memprogram dan cenderung tidak kacau dalam membuat aplikasi web.
Walaupun demikian AJAX juga memiliki beberapa kekurangan , seperti:
!Integrasi browser, Karena konten halaman menganut prinsip ansinkrn, dimana data bisa di update tanpa halaman di-refresh, maka perubahan tampilan tidak tercatat dibagian historydari browser. Jadi jika kita mengklik tombol BACK, tampilan yang muncul bukan tampilan seperti sebelum mengeksekusi kode AJAX, namun malah halaman sebelumnya.
Kekurangan lainnya adalah kesulitan bagi seorang user untuk melakukanbookmark/favorite pada bagian tertentu dari halaman web.
Waktu respon yang kemungkinan bisa membingungkan user yang tidak berpengalaman menggunakan aplikasi AJAX. Jika setting  wktu respon tidak tepat, user bisa mengira halaman yang diakses sedang hang.
!Search engine optimization. Karena konten di generate menggunakan JavaScript, search engine tidak bisa mengindeksnya sehingga mengurangi efektivitas halaman ditijau dari SEO.
!Terlalu mengandalkan JavaSript. AJAX menggunakan JavaScript, yang kadang diimplementasikan secara berbeda di berbagai browser atau versi tertentu dari sebuah browser. Karena seringkali sebuah website yang mengandung JavaScript harus dites menggunkan berbagai jenis browseruntuk memastikan tampilannya tidak ada yang salah, begitu juga dengan AJAX. Namun mengingat browser sekarang seperti Mozilla dan IE7 menggunakan lapisan abstraksi semisal JavaScript Framework, maka kekurangan ini sepertinya bisa ditanggulangi di masa depan.
!Alat bantu pemrograman berupa IDE (Integrated Development Environment) untuk JavaScript sangatlah jarang dan langka. Anda bisa menggunakan beberapa tool, seperti Firebug, IE Development Toolbar, dan Venkman.
!Termasuk kelemahan JavaScript adalah apabila user men-disable JavaScript di browsernya, maka AJAX tidak akan bisa digunakan.
Web analytics. Berbagai solusi web analytic biasanya memiliki anggapan bahwa sebuah halaman baru di-loading tiap kali konten diupdate ke user. !Mengingat AJAX  mengubah para-digma seperti ini, maka programmer harus mengatur peletakkan kode web analytic sehingga proses tracking akan lebih baik.AJAX
!Jadi AJAX cocok digunakan jika anda ingin membuat aplikasi web yang biasanya memerlukan pergantian halaman yang terlalu membutuhkan bandwidth atau kurang efesien sehingga ingin disederhanakan tahapannya.
!Teknologi AJAX jug memiliki batasan yang harus diperhatikan oleh para programmer ketika membuat halaman web berbasis AJAX:
!Kode script dan sumber data (baik XML atau Plain Text) harus berasal dari nama domain yang sama. Hal ini merupakan kebijakan dari browser untuk menghindari adanya masalah security. Namun anda bisa mengakali hal ini dengan menggunakan skrip server side. Contoh ini dapat anda lihat di Bab 4 (buku:”AJAX untuk pemula”, oleh:Ali Zaki) ketika membuat aplikasi Google Seggest yang merupakan fitur pencarian Live Search dari Google.
!Browser keluaran Microsoft Internet Explorer 5 dan 6 menggunkan ActiveX untuk mengimplementasikan XHTMLHttpRequest. Walaupun setting default tidak menyebabkan masalah, namun  jika settingnya diubah, user bisa tidak dapat mengakses AJAX (tapi sudah diperbaiki di browser Internet Explorer 7). Karena itu Anda harus memastikan bahwa user  yang hendak membuka halaman web anda sudah memenuhi persyaratan browser-nya.
!Browser-browser tua dan browser khusus (seperti browser di handphone dan Lynx) tidak dapat mengakomodasipengunaan objek XMLHttpRequest, sehingga halaman yang menggunakan AJAX tidak bisa diakses.
Jika pengunjung men-disable JavaScript, halaman dengan kode AJAX tidak akan bisa dilihat.
Perlu waktu bagi user untuk memahami tentang perbedaan AJAX dengan halaman web konvensional.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s