Remaja


*Berusaha Memahami WANITA

Perlunya Pendidikan Seks Bagi Remaja

Silitnya mendapatkan informasi yang akurat dan masih kuatnya mitos yang beredar, membuat remaja perempuan memiliki pemahaman yang kurang tepat mengenai tubuhnya.
Remaja merupakan individu yang sedang berrada dalam masa persiapan menuju kedewasaan. Pada masa ini terjadi berbagai perkembangan secara pesat, baik fisik maupun psikologis, secara intelektual. Tidak heran, para remaja cenderung memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar  dan mulai menyukai petualangan dengan mencoba hal-hal yang baru.
“Pada masa inilah mereka memerlukan bimbingan agar dapat membuat pilihan yang benar. Sehingga, penting sekali setiap remaja, terutama perempuan, memiliki pengetahuan memadi mengenai kewajiban merekamelindungi hak-hak atas tubuhnya,” kata Psikolog Ratih Ibrahim saat berbicara dikampanya I KNOW  yang digagas Kotex.

Faktor lingkungan adalah salh satu yang dapat menjerumuskan para remaja kedalam pilihan hidup yang keliru. Misalnya saja masih berkembangnya informasi yang simpang siur, yang diturunkan dari generasi sebelumnya dan dipercaya hingga kini. Pemicu lain yakni berdasarkan masih banyaknya remaja perempuan di Indonesia yang setuju bahwa orang tuan mereka menganggap membicarakan masalah seks dan juga masalah keperempuanan adalah tabu. Ada pula remaja yang menganggap diri masih terlalu kecil untuk mengetahui mengenai seksualitas.
“Kita kemudian tidak dapat menyalahkan remaja yang berani bereksplorasi dengan seksualitas. Padahal pengetahuan mereka sangat minim, “kata psikolog yang menaruh perhatian terhadap perkembangan pribadi remaja ini. Ratih merujuk pada data yang didapat dari NRC report  tahun 2002. Laporan memaparkan tentang pernyataan industry pornografi bahwa 20%-30% remaja usia 8-17 tahun mengakses situs porno. Artinya, banyak dari remaja yang lebih mudah mengakses  internet untuk mencari informasi tentang seksualitas daripada bertanya langsung dengan orang tuanya.
Bahkan, menurut ginekolog dr. Boy Abidin, remaja di Indonesia sudah berani beroksplorasi dengan seksualitas. Penelitian ANNISA Foundation pada tahun 2006 yang dilakukan di SMP dan SMA di Jawa Barat mengungkapkan, sebesar 42,3% siswa tersebut melakukan hubungan seks pertama kali saat dibangku sekolah.”Mereka melakukannya atas dasar saling suka dan tanpa paksaan,”imbuh Boys.
Survei lain menunjukkan, 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah . Namun sebagian besar meyakini hubungan seks satu kali tidak menyebabkan kehamilan. Hal ini berdasarkan BKKBN periode akhir Desember 2008.
Keyakinan tidak berlandaskan ini yang akhirnya membuat remaja dengan nekatnya berani melakukan hubungan seks. Padahal, Boy mengatakan, tidak ada jaminan melakukan hubungan seks satu kali tidak menyebabkan hamil.  “Bahkan, walaupun ketika berhubungan baik, wanita maupun prianya masih mengenakan celana sekalipun, tidak menjamin wanita tidak akan hamil,”tutur Dokter yang aktif memberikan penyuluhan dan pembekalan kepada remaja seputar kesehatan reproduksi ini.

Sebab, sperma yang telah dikeluarkan pri bersifat sangat aktif dan mampu menembus celana ketika pasangan sedang bermesraan. Jika bagian tengah sperma ini telah bertemu dengan sebuah sel telurdan melebur menjadi satu, maka terjadilah pembuahan dan kehamilan pun tidak dapat dihindari. Boy menciritakan pengalamannyaketika praktik. Pernah ada seorang pasien datang kepadanya dinyatakan positif hamil,”Pasien saya itu katakan adalah ,”kok bisa ya dok, padahal saya pake celana dalam, lho’,”kata Boy. Ia lantas mengatakan, jika sipria telah mengeluarkan cairan sperma , maka resiko kehamilanpun sangat besar.
Kalau kehamilan sudah terjadi, jalan keluar paling aman dilakuakn menurut mereka adalah dengan tindakan aborsi. Banyak pula informasi yang beredar yang mengatakan aborsi aman tanpa efek smping. Ya benar, memang tidak ada efek samping untuk jangka pendek. Namun, untuk jangka waktu panjang, bersiaplah menghadapi penyakit mematikan yang mungkin diderita.
Salah satu kanker leher rahim atau serviks . Penyakit mematikan ini, terjadi karena dipicu lantaran berhubungan badan ketika masih dibawah usia 20 tahun. Pada usia ini, leher rahim masih teramat rentan dan karenanya amat mudah dimasuki virus HUMAN PAPILLOMAVIRUS (HPV) yang sangat aktif. Penyakit ini baru akan dialami tubuh dalam waktu 10-20 tahun ke depan.Berhubungan seks pada masa remaja, selai beresiko mengidap penyakit seperti kanker , juga beresiko tertular penyakit kelamin.
Ada banyak penyakit menular kelamin lain selain HPV. Penyakit yang paling umum diantaranya KLAMADIA, penyakit ini tidak memiliki gejala di tahap awal. Namun, dapat mengarah kemasalah seperti kemandulan bila tidak ditangani. Penyakit ini mudah diobati dengan anti biotic. Ada pula GONOREA, yakni infeksi tanpa menunjukkan gejala yang dapat mengarah pada kemandulan. Sementara, penyakit yang sangat serius menyerang system kekebalan tubuh dan belu diktahui obatnya, serta bisa menyebabkan kematian adalah HIV dan AIDS.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s